Siakap Keli
Gambar Hiasan

Memasuki 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini Tips Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Beserta Doanya

Memasuki hari-hari terakhir dalam bulan mulia, Ramadhan. Terasa begitu sekejap masa berlalu, tentunya dalam meniti kepergian bulan Ramadhan ini, 10 hari terakhir akan menjadi rebutan semua umat Muslim. Lailatul Qadar, malam yang disebutkan dalam surah Al-Qadr, di mana ia lebih baik dari seribu bulan.

Sesungguhnya umat Islam diseru untuk melipat kali gandakan amalan kepada Allah SWT dan hikmah malam ini dirahsiakan supaya kita semua berusaha untuk ‘mencarinya’.

Bagaimana cara mendapatkan malam Lailatul Qadar?

Semestinya untuk memperolehi malam kemulian itu tidak mudah, dan bukan semua orang bertuah untuk bertemu dengannya. Sebaik-baiknya, kita perlu meningkatkan usaha untuk terus beribadah kepada-Nya terutamanya di 10 malam terakhir ini sebagaimana yang telah dipraktikan oleh Rasulullah SAW.

Antara langkah yang boleh di amalkan sepanjang 10 malam terakhir adalah seperti berikut:

[1] Bangun di Malam Hari

Rasulullah SAW bersabda dalam Hadis Riwayat Ahmad Muslim,

”Barang siapa yang melakukan solat Isyak berjemaah, seolah-olah ia berqiyam (bangun malam) di separuh malam. Dan barang siapa yang solat subuh berjemaah, seolah-olah ia melakukan di sepanjang malam tersebut.”

[2] Memperbanyakan Ibadat

Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Barang siapa menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan berbagai amal ibadah secara yakin dan percaya kepada pahala yang disediakan Allah dan dengan secara ikhlas, maka Allah akan mengampunkan segala dosanya yang telah lalu.”

Ibadah yang perlu ditingkatkan antara lainnya adalah dengan mengerjakan solat lima waktu berjemaah, mendirikan Qiyamul Lail (solat terawih, tahajjud, dll), membaca Al Quran, berzikir, istighfar dan berdoa serta mengerjakan amalan lainnya. Ibadah juga hendaknya dilakukan secara khusyuk dan bersungguh-sungguh.

Gambar Hiasan

[3] Iktikaf di Masjid

Selain dari itu, beriktikaf di masjid juga merupakan cara mendapatkan malam penuh keberkatan itu. Abu Said menceritakan tentang iktikaf Rasulullah di masjid yang ketika itu berlantaikan tanah dan tergenang air dalam Hadis Riwayat Muslim

“Aku melihat pada kening Rasulullah ada bekas lumpur pada pagi hari Ramadhan.”

[4] Bemujahadah Dalam Ibadah

Untuk mendapatkan keberkatan dan kemulian malam lailatul qadar adalah dengan bermujahadah (bersunguh-sungguh) dalam ibadah kepada Allah SWT. Hadis Riwayat Muslim menyatakan:

”Sungguh, Rasul tercinta pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, lebih bermujahadah melebihi kesungguhan beliau di waktu lainnya” 

Gambar Hiasan

Bermujahadah disini di analogikan seperti berpuasa tanpa melakukan maksiat, membaca Al-Quran dengan pemahaman, penghayatan dan melakukan ibadat sunat.

[5] Berdoa Sepenuh Hati

Berdoa dengan bersungguh-sungguh, yakin penuh harap bahawa Allah akan mengampuni dosa kita dan mengabulkan doa yang kita panjatkan.

“Wahai Rasulullah, Bagaimana menurutmu andai aku mendapatkan Lailatul Qadar? Doa apa saja yang harus aku baca?” Tanya Aisyah

Rasulullah SAW bersabda, “Ucapkanlah, Ya Allah! Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, Maha Mulia, dan Engkau menyukai ampunan. Maka ampunilah aku.” [HR Tirmidzi]

Doa Malam Lailatul Qadar (Gambar : Muslim Afiyah)

Allah SWT menunjukkan tanda-tanda datangnya malam Lailatul Qadar pada umatnya yang beruntung kerana mampu mendapatkan keistimewaan malam tersebut. Jika mendapatkan tanda-tanda malam Lailatul Qadar, berikut doa malam Lailatul Qadar yang hendaknya dipanjatkan :

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”

Maksudnya: “Wahai Tuhan, Engkau Maha Pengampun, Engkau menyukai orang yang minta ampunan. Karenanya ampunilah aku.”

Doa tersebut berdasarkan riwayat hadits Ibnu Majah.

Dalam riwayat Imam Syafi’i, doa yang sering dipanjatkan oleh Nabi Muhammad pada malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan  bermaksud :

“Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari seksa api neraka.”

Selain itu, doa lain yang boleh dimohon (dibaca) adalah:

“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu anni”

Gambar Hiasan

Maksudnya : “Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maafkanlah aku.”

Doa di atas telah dicadangkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika ditanya oleh isterinya Aisyah r.a. mengenai apa yang harus dikatakan jika mengetahui bahawa malam itu adalah lailatul qadar.

Sumber : Tribun News